“Transkrip” dan “terjemahan” gampang tertukar — keduanya mengubah ucapan jadi sesuatu yang lebih berguna, dan orang sering menyebut yang satu padahal maksudnya yang lain. Bedanya sederhana begitu Anda paham: transkrip mempertahankan bahasa yang sama dan menuliskannya, sedangkan terjemahan mengganti bahasanya. Membedakan keduanya dengan benar menghemat waktu, biaya, dan menghindarkan banyak salah paham saat Anda mencari layanan atau alat.
Apa itu transkrip?
Transkrip mengubah audio yang diucapkan jadi teks tertulis dalam bahasa yang sama. Kalau seseorang berbicara bahasa Indonesia, transkripnya memberi Anda bahasa Indonesia itu dalam bentuk teks. Transkrip tidak mengubah makna maupun bahasanya — ia hanya merekam apa yang diucapkan supaya bisa Anda baca, cari, dan simpan. Transkrip yang baik mengenali pembicara, dengan mengelompokkan teks sesuai siapa yang sedang bicara.
Coba sekarang
LIVE TRANSCRIPTION — INGGRIS (AMERIKA SERIKAT)
Klik Mulai untuk menjalankan transkrip real-time
Apa itu terjemahan?
Terjemahan mengubah konten dari satu bahasa ke bahasa lain. Sumbernya bisa berupa teks (dokumen atau pesan) atau ucapan. Hasilnya menyampaikan makna yang sama dalam bahasa yang berbeda. Terjemahan AI yang berkualitas memperhatikan maksud dan nada, bukan sekadar mengganti kata, sehingga hasilnya terbaca wajar bagi penutur aslinya.
Coba sekarang
0 / 5,000 terpakai · 5,000 tersisa
Terjemahan akan muncul di sini
Penjelasan
Penjelasan tentang pilihan terjemahan muncul di sini setelah terjemahan Anda siap.
Transkrip dan terjemahan: beda pokoknya
- Bahasa: transkrip mempertahankan bahasa aslinya; terjemahan menggantinya.
- Sumber: transkrip selalu berangkat dari audio atau video; terjemahan bisa berangkat dari teks maupun ucapan.
- Hasil: keduanya menghasilkan teks, tapi terjemahan menghasilkannya dalam bahasa baru.
- Tujuan: transkrip menciptakan catatan; terjemahan menciptakan pemahaman antarbahasa.
Kapan Anda butuh transkrip?
Pakai transkrip saat Anda butuh catatan tertulis dalam bahasa aslinya: notulen rapat, catatan wawancara, bahan belajar dari kuliah, catatan podcast, atau subtitle untuk aksesibilitas. Transkrip juga jadi langkah pertama sebelum terjemahan atau ringkasan — ucapan tidak bisa diterjemahkan secara andal sebelum direkam jadi teks lebih dulu.
Kapan Anda butuh terjemahan?
Pakai terjemahan saat audiens Anda berbicara bahasa yang berbeda dari sumbernya: melokalkan dokumen, membalas pelanggan dari luar negeri, memahami pesan berbahasa asing, atau membagikan rekaman rapat ke tim internasional. Kalau bahasanya harus berubah, yang Anda butuhkan adalah terjemahan.
Bisakah keduanya dilakukan sekaligus?
Bisa — dan sebagian besar kasus nyata memang butuh keduanya. Anda bisa mentranskrip rekaman jadi teks lalu menerjemahkan teks itu, atau menerjemahkan ucapan secara langsung sambil tetap menyimpan transkripnya. JotMe dirancang persis untuk itu: mentranskrip rapat, panggilan, serta file audio dan video, lalu menerjemahkannya ke 200+ bahasa — sehingga satu percakapan bisa sekaligus menjadi catatan dan pemahaman lintas bahasa.
Kesimpulan
Transkrip menuliskan apa yang diucapkan dalam bahasa yang sama; terjemahan mengganti bahasanya. Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda butuh catatan atau perlu menembus sekat bahasa — dan kalau Anda butuh keduanya, pakai alat yang mengerjakannya sekaligus. Coba transkrip dan terjemahan gratis lewat tautan di bawah.